Review : Buzz The Bugs Off


Minggu sore kemarin saya berkumpul dengan keluarga besar menyambut kelahiran anak kembar dari salah seorang saudara. Senang sekali dalam keluarga besar saya, akhirnya ada yang bisa punya anak kembar. Kami bergantian, lebih tepatnya berebutan untuk menggendong si kembar cantik ini.

Lagi seru-serunya nimang si kembar sambil dengerin cerita orang tuanya yang baru menjalani peran sebagai orang tua, tiba-tiba ada yang nyeletuk "duh kasian si kembar di gigit nyamuk sampai pada merah nih badannya ?" serta merta semua jadi pengen lihat, padahal sudah sering lihat kulit merah-merah karena di gigit nyamuk yah.. hahaha

"Iya sekarang nyamuk makin banyak, ganas-ganas lagi" yang lain menimpali
"Gw semalam nggak bisa tidur, karena nyamuk pada nyerbu, kesel banget" saudara saya yang lain mengeluh.

Lalu saya pun jadi teringat dirumah pun sama, beberapa hari ini juga nyamuk lebih banyak dari biasanya, menjelang maghrib mama sudah wanti-wanti menutup pintu kamar agar mengurangi nyamuk yang masuk. Namun zaidan kalau belum tidur nggak bisa diem, bolak-balik keluar masuk kamar. Akhirnya malam-malam saat tidur, saya bete begitu di telinga terdengar suara nyamuk seperti bersahut-sahutan. Ngiiiinngg ! Ngiiiiinnngg!

Gara-gara hal tersebut saya jadi nge-googling kenapa kalau musim kemarau nyamuk jadi banyak yah ?

Ternyata ketika musim kemarau, walau hanya ada sedikit air yang mengenang, namun tidak mengalir sehingga nyamuk yang bersarang lebih tenang, tidak terganggu dan perkembangbiakannya lebih banyak sebaliknya bila musim hujan terjadi dimana air tidak menggenang karena terbawa aliran arus dan sarang nyamuk juga terseret sehingga nyamuk rata-rata perkembangbiakannya terganggu.

Selain itu karena adanya perubahan iklim yang membuat suhu bumi lebih panas sehingga mengakibatkan nyamuk mengalami perubahan siklus kehidupan, perkembangbiakannya dari jentik menjadi dewasa bila dulu butuh waktu 12-14 hari sekarang menjadi 9 hari sekali yang kemudian nyamuk-nyamuk yang dewasa sebelum waktunya ini akan lebih sering menggigit untuk makan, bila dahulu hanya 5 hari sekali sekarang menjadi 3 hari sekali.

Saya nggak pernah suka mengusir nyamuk menggunakan obat penyemprot serangga nggak tahan sama baunya walaupun sekarang sudah ada yang aroma bunga atau aroma buah atau pakai body lotion anti serangga, duh nggak tahan sama lengketnya.

Terus pakai apa dong ?

Sudah beberapa bulan lalu saya punya Buzz The Bugs Off dari Wangsa Jelita, awal belinya karena kepo saja sebenarnya ketika lagi asiek main-main di explore instagram, berujung visit ke website-nya sempat ragu juga saat tahu bentuknya minyak, kepikiran akan lengket seperti lotion. Tapi penasaran banget, akhirnya order juga..... 2 botol. Hihihi

Waktu itu saya mikirnya beli untuk dipakaikan ke Zaidan saja karena produk ini aman dipakai oleh anak-anak, pas banget dia kan lumayan sering main di luar rumah jadi perlu pakai agar tidak di gigit nyamuk demam berdarah.

Ternyata saya suka sama wanginya, bahkan ibu saya juga suka banget. Wanginya perpaduan bunga lavender dengan citrun, tidak menyengat, kalau menurut saya wanginya menenangkan seperti aroma therapy. Setelah dipakai kulit memang jadi berminyak tapi nggak yang berlebihan dan bikin lengket.

Jadilah sekarang itu andalan banget untuk menolak gigitan nyamuk nakal. Ampuh bener deh dipakai sebelum tidur, tinggal semprot ke telapak tangan lalu usapkan ke tangan dan kaki, di jamin bobo nyenyak sepanjang malam.

Harga : Rp 41.000,-
Ukuran : 60 ml
Kemasan : Botol Plastik 
Penggunaan : di semprot (spray)


 loph,

Maya Rumi

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini